Serba-serbi Aplikasi Pinjaman Online Digital

Aplikasi pinjaman online alias pinjol ilegal semakin bertebaran. Masalah, penggunanya banyak dan seakan menjadi primadona. Padahal aplikasi itu mengincar pengguna gadget yang kurang waspada.


Sejak 2018 hingga 2021 ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir sebanyak 3.856 platform fintech ilegal. Itu termasuk penyelenggara peer-to-peer lending (pinjaman online) yang tak berizin. Jumlah itu naik dari angka 2.591 yang tercatat hingga Juni 2020.

Aplikasi pinjam online ilegal

Tak tertutup kemungkinan masih banyak juga aplikasi pinjol ilegal yang bisa membuat konsumen terjebak utang. Iming-imingnya, kemudahan syarat peminjaman. Konsumen pun sebaiknya lebih selektif dalam menggunakan layanan pinjaman online.

Supaya tidak terjebak pilihan, berikut ini ciri-ciri pinjol ilegal yang tidak terdaftar dan tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagaimana dirangkum akun Instagram resmi Kemenkominfo.

  • Memiliki bunga yang tinggi. 
  • Jangka waktu pinjaman tidak jelas. 
  • Tidak mencantumkan alamat perusahaan pada aplikasi ataupun website. 
  • Tidak memiliki kontak pelayanan pengaduan.
  • Menggunakan tata cara penagihan yang tidak benar (mengandung unsur kekerasan dan pelecehan nama baik). 
  • Meminta akses daftar kontak pada perangkat telepon genggam serta dokumen pribadi lainnya. 

Menurut OJK, selain lewat aplikasi, layanan pinjaman online ilegal juga menawarkan jasa mereka melalui SMS ataupun WhatsApp. Logo, nama, serta warna identitas dari pinjol ilegal pun terkadang menyerupai dengan layanan pinjaman online resmi yang terdaftar di OJK.

Semakin marak kasus pinjol

Kasus pinjaman online (pinjol) ilegal yang merugikan pelanggan kian marak. Beberapa kasus yang viral terkait pinjol, ada seseorang bisa terlilit utang hingga ratusan juta rupiah karena layanan pinjol ilegal itu.

Kasus lainnya, sejumlah pinjol tidak resmi kerap meneror peminjamnya untuk melunasi utang, dengan ancaman akan menyebarluaskan data data pribadi peminjam online tersebut.

Keberadaan aplikasi pinjol ini semakin banyak dan mudah diakses masyarakat karena cara akses yang gampang, tetapi literasi digital yang rendah.

Ini disebabkan dua faktor mendasar. Pertama, perkembangan sektor teknologi informasi yang lebih signifikan dibandingkan sektor lain. Faktor kedua, impitan ekonomi yang melanda masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah bawah akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Perkembangan sektor teknologi informasi ini membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan akses ke apliasi digital, termasuk aplikasi pinjol. Tentu juga aplikasi pinjaman online legal yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga pinjol ilegal sekalipun.

Dengan modal paket data internet dan smartphone, masyarakat menengah bawah juga sudah bisa mengunjungi situs pinjol dan mengunduh aplikasi pinjol di playstore.

Sayangnya peningkatan akses ke aplikasi ini tidak diimbangi dengan literasi digital maupun literasi keuangan. Ini kemudian berdampak kepada para pengguna, wa bil khusus masyarakat kelas menengah ke bawah yang tingkat pendidikan rendah. Merekalah yang lebih banyak terjerat kasus pinjaman online itu.

Sebenarnya pinjol bisa jadi alternatif

Layanan pinjaman online alias pinjol kini menjadi cara alternatif yang tengah naik daun untuk mendapatkan pinjaman uang dengan mudah dan cepat. 

Namun, di antara banyaknya aplikasi pinjol yang ada saat ini, ternyata tak semuanya resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 


Bila tidak waspada dan cermat, pengguna bisa terjebak menggunakan layanan pinjol ilegal yang mencemaskan.

Konsekuensinya, pengguna sering kali gagal bayar dan terjerat utang dengan bunga selangit. KAsus lainnya, ada sejumlah layanan pinjol yang sering menagih utang dengan cara kekerasan, mengintimidasi dan tidak beretika.

Sebaiknya Anda menjauhi yang namanya layanan pinjaman online, apalagi layanan pinjol ilegal yang tak terdaftar di OJK. Anda harus tahu konsekuensinya. Kalau pun harus pinjam online, maka pinjam seperlunya, jangan berlebihan.

Tetap saja, sebaiknya kita tidak dekat-dekat dengan pinjol. Baik yang legal maupun ilegal, pasti akan ada masalah di kemudian hari. Pinjam online pada kenyataannya itu lintah darat yang dilegalkan. 

Namun, jika benar-benar tehimpit masalah ekonomi dan tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank, maka pengguna untuk memilih layanan pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK. Setidaknya pinjol yang terdaftar di OJK lebih terpercaya.

Cara mengecek dan melaporkan pinjol ilegal

Per Juli 2021, OJK baru mencatat 121 lembaga pinjaman online resmi yang berada di bawah pengawasannya. Kita bisa mengecek layanan pinjol legal dengan dua cara.

Pertama, dengan mengecek situs resmi OJK di URL ojk.go.id. Di laman tersebut, pengguna bisa melihat informasi terkait nama pinjol yang legal, berikut website, surat tanda berizin dari OJK, dan sebagainya.

Kedua, pengguna bisa cek suatu aplikasi pinjaman online itu legal atau tidak dengan mengirim pesan ke nomor WhatsApp resmi OJK dengan cara sebagai berikut: 

  • Simpan nomor kontak OJK di nomor 081157157157 
  • Gunakan WhatsApp dan buka kontak OJK yang telah tersimpan 
  • Ketik nama pinjol yang ingin Anda cek 
  • Misalnya "pinjol.com", lalu kirim pesan
  • Bot akan menelusuri dan memebri jawaban, apakah lembaga tersebut terdaftar atau tidak di OJK.

Anda bisa melaporkannya secara langsung ke OJK melalui kanal aduan di kontak157.ojk.go.id atau situs resmi OJK di www.ojk.go.id.

Selain melalui situs OJK, Anda juga dapat menghubungi tim OJK melalui WhatsApp di nomor 081157157157, call center (021)-157, atau melalui e-mail ke konsumen@ojk.go.id.

Pinjol legal tak menjamin bebas masalah

Mengambil pinjaman di layanan pinjol yang resmi juga tak menjamin pengguna terbebas dari masalah. Ini karena yang namanya pinjaman online bunganya tetap saja tinggi, di atas rata-rata bungan pinjaman perbankan.

Belum lagi, bila pengguna mengambil pinjaman online berlebihan, untuk kebutuhan konsumtif dan tidak punya proyeksi pembayaran. 

Peminjam di pinjol harus punya proyeksi bagaimana dia harus membayar, karena banyak sekali, meski dia ambil pinjaman dari pinjol terlisensi, bunganya bisa sangat mencekik.


0 Response to "Serba-serbi Aplikasi Pinjaman Online Digital"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel